All About COVID-19

Pontianak (ftik.iainptk.ac.id) — Karya Mahasiswa

Assalamualaikum dan selamat pagi semua

Salam semangat sehat untuk kita semua, hello teman-teman semoga kita semua sehat ya kawan-kawan.  Saya akan membagikan cerita keseharian saya selama kuliah kita diliburkan. Karena kebijakan pemerintah menganjurkan kita untuk stay safe at home selama 14 hari. Tujuannya menjaga kita dari virus yang lagi booming di dunia ini yaitu corona.

Awal saya mendapatkan informasi mengenai kuliah tatap muka diliburkan itu pada minggu lalu. saya mendapatkan info itu dari status WA teman-teman sekelas pada pagi hari, setelah melihat informasi tersebut saya bertanya dalam hati “sampai separah ini kah efek dari corona ini?“.

Setelah itu saya bercerita dengan kakak-kakak saya di grup keluarga, setelah mendengar penjelasan yang begitu panjang tetang corona, saya jadi waswas diri. Lebih menjaga kesehatan saya sendiri,  selang beberapa jam saya kemudian dihubungi ayah.  Beliau memberitahu saya agar tidak usah keluar rumah,  tidak boleh makan sembarangan, tidak boleh bersentuhan dengan orang dulu (salaman, dll) , dan menggunakan masker ketika keluar.  Setelah saya dan ayah berbincang,  saya langsung pergi ke apotek terdekat untuk membeli vitamin dan masker.

Saya : “kakak vitamin caviplek sama masker nya ada kak?”

Kakak Apotek : “maaf kak vitamin semua nya kosong, untuk masker bisa tapi 1 orang hanya kami beri 2 masker, tidak boleh lebih”.

Saya : “ya sudah seadaanya aja kak”.

Disitu saya terdiam karena secepat itu virus corona menguasai dunia ini, sampai-sampai orang-orang yang biasanya mungkin tidak pernah minum vitamin jadi minum vitamin dan membelinya,  dan begitu juga masker. Serta banyak terjadi kasus penimbunan masker, sarung tangan, handsanitizer serta bahan kesehatan lainnya yang kemudian dijual kembali dengan harga yang mahal. Namun saya berfikir, ‘ah sudah lah tidak apa-apa toh kita dalam posisi ini sangat perlu masker namun jangan tamak, kita juga harus berbagi kaerna bukan hanya kita yang perlu, orang lain juga.

Setelah itu saya pulang,  saya melihat pesan dari mata kuliah pada hari itu dan menjelaskan bahwa kita akan melakukan kuliah online. Kuliah online pun di mulai pada hari itu, yang saya rasakan pada saat kuliah online yaitu : “enak ih kuliah di rumah,  sambil baring,  pakai Wi-Fi  sendiri,  bisa sambil makan, seru sekali “.  Tapi yang saya rasakan itu salah, setelah 2-3 hari saya di rumah, dan melakukan kuliah online bahkan apapun kegiatan hanya di rumah saja, berubah menjadi  membosankan.

Sebab saya tidak bisa bertemu sahabat-sahabat saya, hanya bisa berkabar melalui grup pribadi “ceciwi” saja nama grup kami.  Tidak bisa menikmati suasana luar, semua saya lakukan hanya di kamar dan di dalam rumah. Untuk beli sayur saja saya beli sudah beberapa hari lalu di kulkas dalam jumlah banyak untuk keperluan beberapa hari kedepan.  Jenuh itu makin melanda, kala kakak saya sebelum ke kantor selalu berpesan jangan keluar, makan jangan telat, minum air putih yang banyak, vitamin di minum,  kantor kakak saya pada saat itu belum libur.

Kemudian sudah  hampir 5 hari saya hanya di rumah, rebahan, main hp, makan dan menjaga kesehatan. Saya mendapatkan info terbaru kalau di pontianak ini sudah ada yang positif terkena corona atau covid 19, orang yang terkena itu kebetulan tinggal di komplek tetangga saya di Sintang  (saya ini orang Sintang disini saya merantau). Setelah mendengar kabar tersebut saya semakin was-was, teman saya hanya bisa bilang “aku pulang sore ini aku takut” begitu ucapannya. Kebetulan kami video call proses dia di emput petugas, saya khawatir saya panik pada saat itu, lalu hal selanjutnya yang saya lakukan adalah minum vitamin di pagi dan siang hari.

Selanjutnya saya membuka Instagram untuk mengatasi kegabutan saya. Disitu terdapat informasi jumlah dan di daerah mana saja yang sudah mulai terlihat orang yang memiliki gejala virus tersebut.  Dan di rumah sakit mana saja mereka bisa di isolasi.  Kemudian saya buka cara mencegah corona ini sedikit saya berbagi, namun saya yakin kawan-kawan sudah tau juga:

  1. Setiap keluar rumah, masuk rumah, 15 menit sekali cuci tangan
  2. Menggunakan masker jika keluar rumah
  3. Banyak mengonsumsi air putih.
  4. Minum vitamin agar badan tetap vit
  5. Jauhi keramaian
  6. Minumlah rempah-rempah agar badan tetap vit dan tidak terkena virus tersebut

Setelah saya mempelajarinya, saya juga melakukan hal sama, dan sampai saat ini berita tetang corona semakin merajalela. Kebijakan pemerintah mulai diberlakukan diantaranya dilarang keluar rumah, terutama ngopi di warkop. Hanya dibolehkan makan di rumah bagi setiap rumah makan dan lain-lain. Selain itu, pusat pembelanjaan ditutup lebih awal, alhasil di daerah saya warung kecil dan sedang sudah banyak yang tutup karena menaati peraturan yang sudah ditetapkan.

Pernah suatu malam saya melihat sebuah tautan, ada seorang tenaga medis bercerita di media sosialnya. Bahwa berada di posisi seperti sekarang susah baginya karena dia berada di tempat yang sangat berbahaya. Dia rela menahan lapar, haus, ingin buang air kecil dan besar. Demi apa? Demi agar tidak membuka baju yang biasa digunakan tenaga medis itu. Karena ketika baju itu dibuka otomatis baju itu harus dibuang dan tidak bisa digunakan lagi. Sementara harga 1 baju itu 500 ribu. Betapa berat pekerjaan mereka disana, walaupun tidak hanya menangani pasien yang positif. Dari sini saya sadar kalau dirumahlah jalan satu-satunya untuk tidak membebani mereka, karena saat kita terinfeksi kita hanya menambah beban mereka, membuat mereka kewalahan, membuat mereka terlalu lama menahan rasa lapar, dan meninggalkan rumah demi tugas mereka.

Jadi kawan-kawan stay safe at home jangan ke warkop, jangan ke tempat ramai.  Kalau bukan diri kita yang menyayangi diri kita siapa lagi. Mungkin hanya segini saja kisah saya tentang keseharian saya saat wabah virus corona ini. Ingat ya teman teman, virus corona bukan hal sepele jangan remehkan, semua berasal dari kesadaran kita.  Jaga kebersihan, jaga kesehatan, jaga pola makan, jaga keluarga kita. Yang lagi merantau jangan pulang dulu hingga selesai karantina kita 14 hari ini. Sayangi keluarga kita, jadikan musibah ini menjadi penguat kita terhadap Allah. Dekatkan diri kita kepada  Allah agar dijauhkan dari corona ini. Jangan bilang semua takdir sudah ada yang ngatur. Jangan bilang semua akan meninggal ketika Allah sudah berkehendak, tapi coba kalian masuk ke kandang macan apa kah disana kalian akan baik-baik saja? Allah memang sang kuasa, sang mengatur segalanya tapi tawakal itu perlu,  saya berbicara seperti ini sebab untuk pengingat saya sendiri.

Kita mahasiswa, kita bangun negeri kita dengan “HENTIKAN BERITA HOAX TENTANG CORONA YANG TIDAK BENAR”

HIDUP MAHASISWA!!!

 

Penulis: Puji Wismaningrum (Mahasiswa prodi PAI/ VIA)

Editor: Farninda Aditya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *