Dosen FTIK IAIN Pontianak Goes to German dalam Program Life of Muslims in Germany 2018

FTIK IAIN Pontianak – Mutiara Intan Permatasari atau akrab disapa Muti, mengharumkan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Muti merupakan dosen luar biasa jurusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) mengampu mata kuliah Bahasa Inggris. Ia lulus seleksi menyisihkan ribuan peserta dan berhak mengikuti Program Life of Muslims In Germany.

Muti menceritakan pada bulan April lalu, berbekal dengan surat rekomendasi dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di London, surat rekomendasi dari MUI Kalimantan Barat serta surat keterangan yang dikeluarkan oleh IAIN Pontianak, ia mantap mendaftarkan dirinya untuk Mengikuti Program Life of Muslims In Germany tersebut.

Program itu merupakan agenda kerjasama antara Goethe Institut Indonesien dan Universitas Paramadina yang menyaring para intelektual muda muslim Indonesia. Essaynya yang berjudul Being Muslim in a multicultural society: To Propose not to impose, to Share not to Propagate the islamic Values To the world rupanya sukses menarik perhatian juri dari pihak Goethe, Kedutaan Besar Jerman (pihak DAAD), dan Universitas Paramadina.

Pada akhirnya, dari ribuan peserta yang mendaftar, Mutiara dinyatakan lulus seleksi dokumen dan layak untuk mengikuti seleksi interview bersama ke-28 peserta lainnya. Pada seleksi interview yang dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2018, Mutiara berhasil meyakinkan para pewawancara/juri yang hadir pada saat itu. Hingga akhirmya Mutiara terpilih sebagai satu dari ke-14 peserta yang akan berangkat ke Jerman pada 7 s.d 21 Juli 2018 mendatang.

Nantinya Ibu muda dari putri kecil berusia lima tahun ini, akan bertemu dan berdialog dengan para anggota komunitas muslim di berbagai kota di Jerman. Selain itu ia pun akan berkunjung dan ikut andil dalam seminar tentang Islam di salah satu Universitas terkemuka di Jerman. Mutiara berharap mampu berkontribusi lebih banyak dalam mengasah proses berpikir kritis para muslim Indonesia selepas mengikuti program ini.

Mutiara mengisahkan, sejak kecil dirinya memang sudah gemar menulis, membaca puisi dan berpidato. Berbagai penghargaan yang berhubungan dengan literasi seringkali diraihnya. Pada tahun 2008 ia terpilih menjadi salah satu Duta Bahasa Jawa Barat. Kemudian, pada tahun 2011 serta 2015 ia dianugerahi penghargaan sebagai Duta Bahasa Berprestasi atas dedikasi dan kecintaannya terhadap bahasa dan sastra.

Mutiara telah mengajar Bahasa Inggris sejak masih duduk di bangku SMA. Hal tersebut ia teruskan sampai menempuh pendidikan strata 1 di UPI Bandung dengan konsentrasi Bahasa dan Sastra Inggris. Dia mengajar di beberapa tempat bimbel dan les bahasa inggris sambil sesekali mengisi waktu luang dalam dunia broadcasting. Kendati demikian, kecintaannya terhadap bahasalah yang mengantarkannya untuk menggeluti ranah Linguistik, yaitu salah satu cabang ilmu dalam bidang Bahasa. Tesisnya yang berjudul Pola Tindak Tutur dalam Komunikasi Dokter Gigi dengan Pasien di Rumah Sakit Gigi dan Mulut” dibimbing langsung oleh pakar Sosiopragmatik dan linguistik forensik terkemuka yaitu Prof. E. Aminuddin Aziz, Ph.D. Selain itu juga Mutiara dibimbing oleh pakar morfosintaksis Dadang Sudana, Ph.D.

Pada tahun 2018, Mutiara mengikutsertakan dirinya sebagai salah satu relawan pengajar dalam program Friendship From Indonesia yang bertempat di Singapura dan Malaysia. Pada kesempatan tersebut dia bertugas untuk mengajarkan bahasa Inggris pada anak-anak imigran yang berasal dari Somalia dan anak-anak TKI ilegal yang berasal dari Indonesia. (AI).

Sumber : http://iainptk.ac.id/membanggakan-dosen-iain-pontianak-terpilih-ikuti-program-life-of-muslims-in-germany-2018/